Selasa, 15 Januari 2013
Belajar Ilmu Ikhlas
Seringkali sejak dulu, saya memaksakan kehendak sendiri. Memaksakan keinginan sendiri. Pokoke aku adalah pikiranku, dan harus terjadi. Inilah kekuatan pikiran, sugesti diri sendiri. Kenyataannya ya terjadi..... dikabulkan oleh pemilik semesta alam. Apapun yang dipikirkan secara kuat, ternyata kejadian......
Namun kok ya dikabulkan namun kejadian selanjutnya selalu saja penuh permasalahan, ketidakbahagiaan, ketidaktentraman, dan bahkan jadi penyederitaan secara psikologis. Beban psikis ini akhirnya menimbulkan penyakit jasmani di sana sini, mulai dari thypus, maag, perut kembung, penyempitan pembuluh darah, sakit pinggang kayak "demen" banget tiap minggu beberapa kali, batuk aneh, hingga tumor yang cepat membesar.
Inilah penyakit modern, dan banyak sekali dari member mahakosmos maupun yang datang konseling ya seperti ini.
Ingat lagi pesan motivasi, semua manusia pasti ada ujiannya, harus tabah...sabar...ikhlas.
Yo wis, terima saja, pasti ada hai esok lebih baik. Ujian pasti akan berlalu.
Namun kok ya bertahun-tahun polanya seperti ini. Apapun yang kupikirkan dengan sangat kuat pasti terjadi.... apalagi keinginan kuat "pokoke harus terjadi, harus dapat!".
Sukses berdatangan dari manapun, secara finansial, karir, status sosial, bisnis, semua yang kupikirkan sangat kuat dengan moto "harus dapat" ternyata berbuah manis.
Manis di awal, namun kejadian berikutnya ujian datang bertubi-tubi, dan gubrak......
Sahabat,
Secara spiritual psikologi rupanya saya telah menjadi Tuhan atas diri saya sendiri, terlalu menjadi Tuhan. Maksudnya, selalu memaksakan keinginan sendiri.
Kenapa apapun yang kupikirkan sangat kuat dengan moto "harus dapat", ternyata menghasilkan gelombang frekuensi sangat kuat dari otak. Karena sangat kuat ya menjalar tidak hanya di sekujur otak, namun juga gelombang alam pikiran serta seluruh sel-sel tubuh. Memancar seperti "aura" vibrasi energi ke segala penjuru seperti "hukum tarik menarik". Dan menarik apa yang kuinginkan berdatangan. Semakin kuat gelombangnya, maka akan semakin kuat tarikannya.
Sukses namun berujung bruk gubrak penuh ketidakbahagiaan, ketidaknyamanan, penderitaan kehidupan dan berujung kepada "bejibunnya" penyakit medis jasmani diatas. Langganan dokter dan apotek berjalan.
Hingga suatu saat, saya menyadari.... betapa sombongnya diriku ini. Merasa menjadi Tuhan atas keinginanku sendiri, pokoknya "harus dapat". Memaksakan.
Baru saya tahu beberapa tahun ini ternyata ada dimensiNya dibalik wujud peristiwa kehidupan ini. Layar dibalik semua cuplikan film yang dari pagi sampai pagi lagi terus berputar berubah-ubah.
Dimensi yang bisa dimasuki kalau diri ini ikhlas di gelombang "ikhlas", maka black hole akan terbuka.
Dimensi ikhlas yang baru bisa dimasuki tembus ketika diri ini telah melepaskan seluruh gelombang frekuensi duniawi, kesombongan cara berpikir, somse memaksakan diri tidak sesuai kodratnya. Dari semua kekuatan pikiran yang telah dilakukan selama ini telah menghasilkan gelombang frekuensi yang "alamak......." banyak sekali jumlahnya. Memancar dari sekujur otak, alam pikiran, seluruh sel-sel tubuh jasmani.
Satu persatu saya lepaskan gelombang frekuensi yang telah terbentuk ini sejak kecil dan makin bejibun semakin dewasa. Menetralkan gelombang dengan ikhlas melepaskan....
Ternyata semakin melepaskan gelombang kekuatan pikiran, ikhlas melepaskan, menetralkan, menolkan, rupanya ada 'kekuatan lain" tak nampak. Kekuatan bukan berbentuk "energi", melainkan tiada gelombang... namun bervibrasi luarbiasa kuat dari balik "layar peristiwa kehidupan".
Gelombang tiada batas dan maha kuat mengambil alih.
Ya Tuhan, somse banget deh gue selama ini. Gelombang kekuatan pikiranku yang menurut motivasi modern "pasti bisa, pasti dapat", ternyata cuma sekian larik saja. Gak seberapa, dibanding gelombang tiada energi, namun vibrasinya tiada batas ini.
Barangkali ini yang membedakan antara mahluk dan pencipta. Kekuatan pikiran mahluk menghasilkan gelombang yang berenergi, namun ketika ikhlas melepaskan......maka gelombang ini netral dan diambil alih oleh kekuatan lain yang tak nampak, tiada apa-apa, tiada energi. Ketiadaaan yang justru menghasilkan energi mahluk tiada batas.
Lha kok ya....ikhlas melepaskan satu persatu dari ujung ubun-ubun sampai ujung kaki baik luar dan dalam, ini sungguh menakjubkan. Semua penyakit langganan saya yang diatas itu....bablas wes ewes. Datang karena saya mengundang dengan beban psikologis.....pulang gak dianter!
Waduh pantes saja gue sering ketipu dalam berbisnis, dicurangi, di-zholimi, dibuat menderita pada masa lalu. Karena gelombang gue....memaksakan kehendak sendiri, tidak sesuai kehendak alam yang merupakan perwujudan dari rahasia Illahi.
Alamak gue sombong banget.......memaksakan kehendak, memaksakan Tuhan.
Saya tersadarkan, rupanya ada kekuatan lain yang mengatur jagat raya ini, dengan tiada apa-apa, tiada bentuk, tiada rupa, tiada energi namun menghasilkan wujud energi tiada batas. Dia Maha Pengabul yang saya pikirkan dengan kuat pasti dikabulkan. Namun Dia juga Maha Berkehendak. Dia pasti punya Aturan Kehendak sendiri yang pasti baik untuk yang diaturnya. Sayangnya saya yang diatur ini, kok ya "ndablek...." gak mau diatur. Dasar saya somse!
Saya ngeh deh.... cara berdo'a., cara berpikir mulai saya ganti menjadi tidak memaksakan kehendak sendiri. Mulai belajar Ikhlas untuk menghasilkan ledakan energi (quantum) yang berlipat-lipat. Belajar ikhlas agar gelombangNya yang bekerja, bukan gelombang pikiranku.
Ikhlas, melampaui kekuatan pikiran.
Ikhlas melampaui ego saya, diri saya.
Ternyata ajaib banget dalam berbagai peristiwa ke depan atau menangani solusi permasalahan apapun.
Sudah puluhan kali nih....selalu terhindari dari kecelakaan, penipuan, kejahatan. Alhamdulillah.
Alamak.....tujuh tahun di dera penderitaan, kejahatan tak nampak hingga kejahatan nyata.
Kini masa-masa itu sudah berlalu.
Padahal pola pikirnya hanya ikhlas, kok ya ajaib.
Apapapun rencana yang akan dibangun.
Apapun rejeki yang akan berdatangan.
Apapun urusan rumah tangga, pasangan hidup, anak.
Apapun urusan pekerjaan.
Apapun urusan tagihan kerja sama.
"Gusti Allah, hamba ikhlaskan urusan a,b,c,e,f,g........ kedalam pengaturanMu, penguasaanMu. Engkau yang mengatur duh Gusti.......Hamba ikhlas...hamba ikhlas
Izinkan menjadi kehendakMu, seandainya urusan ini memberi kebaikan, izinkan dekatkan duh Gusti.
Izinkan menjadi kehendakMu, tahun ini saya........... (misal menikah), dan berdatangan yang melamarku seorang yang ....... (sebutkan speknya: setia, bertangungjawab, mencintai sampai akhir hayat, dan banyak duitnya)
Hamba ikhlas....ikhlas....
Ternyata ikhlas, tidak memaksakan, ini vibrasinya kuat, tak nampak energinya, namun harmoni dalam level energi. Bahasa sekarang bisa dikategorikan "sudah ISO yang paling tinggi deh"
Harmoni yang menghasilkan jalannya kehidupan juga harmoni. Energi yang menghasilan pembakaran sempurna.
Bahagia dan membahagiakan.
Salam ikhlas dan salam sukses
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar